Search

ipb bersama vi chan

di IPB sahabat terbaikku adalah Elvi Rahayu,,,, berkat dia juga aku rajin belajar di kampus……. dia juga motivasiku untuk menjadi lebih baik, karena aku ga mau mengecewakannya…….

terima kasih vi chan,,,,,,

dirimu sangat berarti buatku,,,,,,,

kangen sahabatku

~

sekarang aku kuliah di Institut Pertanian Bogorrrr

tak ku kira sebelumnya,,,,, dipikir-pikir sekarang aku berada disinii berkat sahabat terbaikku,,,, aku mengenalnya pas kita kelas 3 SMP. bagiku dialah motivasiku selama ini. Inisialnya “NCP”. BERKAT DIA aku rajin belajar dan melakukan yang terbaik dalam hidupku.

hal pertama, aku merasakan indahnya sahabat dalam hari-hariku….. melakukan yang terbaik supaya tidak terlihat buruk, karena aku ingin jadi terbaik dimatanya,,,,, dari sini, prestasi belajarkuuuu naikkkk, masuk 3 besar,,,,,

kedua, aku juga sering mai kerumahnya dan memberikan kado pas ultah, alnya ultah kita cuma beda sehariiiii…… keluarganya sangat baikkk, sama seperti sahabatku.

ketiga, di SMA dengan semangatnya, aku bisa jadi juara kelas, aku bangga, karena dia juga juara kelas. alnya kita beda kelas waktu itu. langsung makan bakso dehhhh pada waktu itu untuk merayakan kebahagiaan itu.

kami sepakat untuk ikut paskibra di SMA, berkat janjiku padanya aku tekun menjalaninya, disamping selalu ada dia saat kami latihan,,,, jadi semangat….. akhirnya akupun memberikan yang terbaik dengan menjadi PASKIBRAKA 06 DI KAB. SUMEDANG. namun, mulai darisanalah aku mulai jauh, karena dengan masuknya aku kesana, aku jadi ga bareng dia, alnya sahabatku ga masuk paskibraka tersebut. aku baru menyadari aku telah terlalu jauh darinya ketika aku sudah tidak aktif lagi diorganisasi.

namun, aku masih bisa melihat senyumannya ketika kami sering bareng les ke kabupaten sumedang, saat akan ujian nasional SMA. aku senang berada didekatnya, walaupun tak sedekat dulu,,,,, aku selalu memperhatikan setiap apa yang dia lakukan,,,, sahabatku itu sangat sempurna dimatakuuuu.

sekarang sahabatku kuliah di Bandung IAIN, sedangkan aku di Bogor IPB.

AKU BERJANJI PADA DIRIKU SENDIRI, aku ingin lulus dari IPB tepat waktu. dan setelah itu aku ingin mendapakan pekerjaan yang layak, supaya aku tidak mengecewakan sahabatku dan membuatnya bangga padakuuu. sekarang aku memang tak pernah bertemu dengannya, tapi aku ingin sekali bisa cepat waktu itu. waktu dimana aku sudah lulus sebagai Euis Widaningsih S.Pt, dan bekerja, sehingga aku bisa membuatnya bangga dan jalan-jalan bersama dia,,,,, dan aku ingin selalu melihatnya tersenyum selaluuuuu.

kapankah waktu ituuuu?

aku berharap, waktu itu akan cepat menghampiriku dan membuatku dan dia bahagia.

 

amin Ya Allah….

 

dari

2 november

buat sahabatku 1 november.

semester7

Ya Allah,,,,lancarkanlah semester 7 ini dengan penuh Ridho-Mu.

Amin.

kenapa aku masuk IPTP?

Kisah aku masuk IPB dan kuliah di IPTP 45, mungkin tak sebaik teman-teman yang lain. Namun walaupun begitu, aku ingin sedikit menuliskannya untuk teman-teman.

Mulanya, tak sedikitpun aku berpikir akan meneruskan sekolah ke perguruan tinggi, hal ini juga terlihat di rumah, tak ada percakapan aku dan orang tua mau meneruskan kemana?

namun ceritanya, pada suatu hari, ada dua orang teman sekelasku yang membawa map berwarna merah kalau tidak salah… penasaran, lalu aku bertanya pada mereka tentang apa dalam map itu. akhirnya mereka menjawab bahwa map ini berisi lamaran masuk universitas IPB (Jalur PMDK). Yang terpikir dibenaku waktu itu, hanyalah bilang pada mamah, apakah aku boleh ikutan mngisi formulir itu walaupun jujur hanya iseng. kenapa aku minta izin, karena tentunya aku minta uang pendaftarannya.

waktu sudah mendapatkan formulir, aku mengisi jurusan yang harus dipilih. mamah, bapa apalagi tak tahu, jadi hanya aku yang menentukan. akhirnya aku pilih FKH dan FEM, namun aku bersedia dipindahkan. semua data aku siapkan. lalu         dikirim bersama-sama dari sekolah. yang daftar ada 11 orang waktu itu.

sebulan kemudian kalau ga salah, pengumuman ada. ternyata aku masuk di jurusan IPTP Fakultas Peternakan. jujur, aku gak tahu harus bicara apa. seperti membalikan setir mobil sebanyak 180 derajat. karena pikirku kerja, ternyata aku sudah diterima disuatu PTN. aku gak tahu harus bilang apa ke orang tua. karena waktu itu aku hanya bilang iseng aja ikutannya. ternyata benar….. orang tuaku juga bingung dengan keadaan ini, bukannya bahagia. terutama bapak. beliau berpikir takut sekali, karena kan jauh, dan mungkin untuk biaya-biaya kuliah selanjutnya bagaimana? mungkin aku belum cerita ya,,, kenapa pemikiran orang tuaku begitu? karena jujur mamahku hanya lulusan SMP dan bapak lulusan SD. orang tuaku bekerja sebagai petani, pergi pagi-pagi dan pulang sore. malam pun mereka sering cepat-cepat istirahat kerena pekerjaan mereka berat,. sehingga aku dididik oleh alm neneku. karena mereka hanya tau sawah, bertani, jadi untuk sekolah tidak mengerti. bahkan bapaku, dari mulai aku TK, sampai sekarang Kuliah belum pernah datang bersamaku, bahkan boleh dikatakan tidak tahu sekolahanku dimana, kasarnya seperti itu.

perdebatan mengenai aku melanjutkan atau tidaknya sangat lama, aku meyakinkan orang tuaku, dan orang tua juga memikirkan yang terbaik untuku pastinya.

akhirnya kesepakatan pun terjadi, kata mamah sekolah sajalah…. namun jangan kecewa jika tak ada biaya, harus ikhlas jika setelah satu tahun aku tak sekolah, karena tak ada biaya. aku setuju, dan menjalaninya. dan pesan bapak, sekolah yang benar, jangan sia-siakan apa yang ada dan bertanggung jawablah. akhirnya teman-teman….. tak terasa aku sudah di tingkat 3 sekarang…. sekarang aku sudah lebih dari setahun itu…. jalani…. itulah yang aku lakukan selama ini.

alasan aku masuk iptp mungkin tak diawal….. namun aku sekarang sadar, kenapa aku bisa berada disini, karena Anugerah ALLAH SWT,karena sebelumnya aku tak merencanakannya. sekarang aku baru sadar, bapak, kakek, juga seorang yang memiliki ternak dirumah. ayam, domba, dan sapi. ya walaupun hanya 1 sapi, 2 domba, dan ayam kurang lebih sepuluh kalau gak salah waktu itu. sekarang bapaku hanya punya 1 sapi, dan ayam beberapa ekor. alasannya aku temukan setelah masuk, yakni tidak bertele-tele hanya ingin meningkatkan usaha sampingan bapak menjadi usaha utama yang dikerjakan dengan jumlah ternak yang lebih dari itu. karena pribahasa juga sering berkata buah tak jatuh jauh dari pohonnya. namun, aku ingin lebih baik dari orang tua saya. sebagai bukti terimakasih atas kepercayaan yang telah mereka berikan untuk aku bisa sekolah di IPB. itulah yang selama ini menjadi alasan yang kutanamkan untuk berada di IPTP.

awalnya aku bingung disini, karena ya itu tadi harus merubah pikiran dari bekerja ke belajar yang rajin, apalagi baru jauh dari orang tua….. tak mudah memang menyesuaikannya, namun ketika kita menjalaninya dengan baik, dan selalu ada dukungan dan doa dari orang tua untuk kita, serta teman-teman yang selalu ada dekat kita, pasti kita bisa melewatinya. karena aku yakin, kita adalah orang-orang yang dicari oelh IPB, dan mampu memberikan yang terbaik nantinya untuk orang tua, agama, dan bangsa.

IPB “Mencari dan Memberi yang TERBAIK”

SEKARANG aku senang disini, senang di IPTP, senang karena bisa berada ditengah-tengah mahasiswa IPB dan menjadi bagian didalamnya.

Itulah mungkin yang bisa aku ceritakan, kurang lebihnya aku minta maaf, hanya ingin berbagi kisah saja, siapa tahu, ada hal yang berguna didalamnya yang bisa tem,en-teman petik.

sekarang, aku mau berwirausaha dengan bergelut di dunia peternakan……

beternak tentunya……

karena, 9 pintu rezeki didapat dari berwirausaha……

aku lebih tertarik ke sapi potong, nantinya aku ingin mendirikan peternakan terbesar se-Indonesia yang bernama peternakan Cecuwanhen, dan nantinya sebagian dari keuntungannya aku ingin salurkan lewat, pendidikan Istana Bunda yang akan memberikan sekolah gratis. amin.

Terimakasih mamah, bapa, alm neneku, kakek, dan dede….

is akan selalu sayang, rindu, dan bangga sama kalian.

salam rindu buat mamah, bapa, dede.